MAN Kota Lhokseumawe Ikuti Sosialisasi Bahaya Pornografi pada Remaja dan Upaya Pencegahannya

LHOKSEUMAWE (Nayla Azwa) – MAN Kota Lhokseumawe kedatangan tamu istimewa, yaitu mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh atau lebih dikenal dengan sebutan UNIMAL. Kunjungan ini dilakukan guna untuk sosialisasi terhadap siswa MAN Kota Lhokseumawe terkait edukasi “Porn Addiction.”

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada Sabtu, 28 Mei 2022 di salah satu ruang kelas MAN Kota Lhokseumawe yang mulai dari pukul 10.30 s.d. 12.30 WIB. Muhammad Raffi, salah satu peserta sosialisasi mengungkapkan beberapa poin penting yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut, diantaranya:
1. Penyebab kecanduan terhadap video pornografi.
2. Macam-macam bentuk dan bahasa kecanduan konten pornografi.
3. Cara menanggulangi dan mengobati orang yang sudah terlanjur kecanduan video pornografi.
4. Dampak negatif terhadap dari orang yang kecanduan video pornografi,
5. Serta himbauan-himbauan agar tidak terjerumus pada kecanduan konten pornografi.

Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, Cut Ajria Ahsayna pun merasa hal tersebut sangat berpengaruh terhadap siswa MAN Kota Lhokseumawe, “Edukasi mengenai bahayanya kecanduan pornografi ini sangatlah diperlukan bagi remaja-remaja seperti kita, dan sebagai salah seorang yang turut mengikuti sosialisasi ini, saya dapat merasakan pengaruh yang signifikan dan mendapat tambahan pengetahuan,” ungkapnya.

Pada dasarnya, kecanduan pornografi pada remaja bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti karena pengaruh konformitas dalam peer group, atau karena pengaruh media sosial. Berbagai faktor ini menjadi pemicu utama seseorang kecanduan pornografi. Rasa ingin tahu yang tinggi pun cenderung mendorong remaja mencoba menonton konten pornografi akibat kurangnya pendidikan seks karena dianggap tabu untuk dibahas.

Cara menanggulanginya bisa dimulai dengan parenting orang tua dalam mendidik anak, landasan ilmu agama yang kuat, edukasi dari pihak sekolah, dan paling penting adalah ketahanan diri sendiri dalam memilah hal yg baik dan benar. Selanjutnya, pemerintah bisa memberikan kebijakan tegas dan efektif terkait konten-konten dewasa yang tersebar di jejaring media sosial.

Sosialisasi ini perlu disampaikan, mengingat pornografi marak di kalangan anak-anak dan remaja serta bahayanya dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun orang lain. Dengan adanya program ini, diharapkan adanya peningkatan kesadaran pada remaja akan bahayanya akibat yang ditimbulkan dengan mengakses konten pornografi.